Tak mengherankan jika kita melihat tubuh para pesepak bola Eropa banyak
dihiasi tato. Namun, tato justru menjadi hal yg mustahil bisa dilihat di tubuh
Cristiano Ronaldo. Tato merupakan salah satu pantangan dalam hidup Ronaldo
selain alk0hol dan r0kok.Tak mengherankan jika melihat tubuh para pesepak bola
Eropa banyak dihiasi tato. Namun, tato justru menjadi hal yang mustahil bisa
dilihat di tubuh Cristiano Ronaldo. Tato merupakan salah satu pantangan dalam
hidup Ronaldo selain alk0hol dan r0kok.

Meski dikenal sebagai salah satu pria metros3ksual di dunia sepak bola, sedikit yang tahu bahwa pemain berjuluk CR7 itu pantang bertato.
Alasan mengapa Ronaldo ogah merajah tubuhnya dengan tato pun cukup simpatik. Dia mengabaikan tato demi bisa terus mendonorkan darahnya kepada yang membutuhkan Di banyak negara, tato baru bisa memengaruhi seberapa sering seseorang menyumbangkan darah, dengan masa tunggu antara enam bulan dan satu tahun bekerja sebagai pencegahan terhadap kontaminasi silang dan penyakit seperti hepatitis.
"Menyumbangkan sumsum tulang adalah sesuatu yang orang pikir sulit
untuk dilakukan, tapi itu tidak lebih dari mendonorkan darah dan tidak sakit.
Tidak ada biaya apapun. Ini adalah proses yang sederhana dan kemudian Anda
merasa senang karena sudah membantu orang lain," imbuhnya lagi.
Seperti dilansir Marca, kisah ini bermula saat Nuhazet dipastikan tidak
memiliki harapan hidup panjang setelah berjuang melawan kanker selama 7 tahun.
Sedikitnya tiga tumor telah dikeluarkan dari tubuh bocah asal Las Palmas, Gran
Canaria itu, tapi kondisinya tidak kunjung membaik.
Selanjutnya, Nuhazet dibawa ke hotel tempat menginap. Tidak hanya itu, keesokan harinya, Mendes menghubungi Presiden Madrid, Florentino Perez agar meminta rekomendasi rumah sakit pribadi. Dan akhirnya Nuhazet melanjutkan pengobatan intensif di Rumah Sakit Monteprincipe pada 16 Mei silam. Ronaldo dan Mendes memutuskan untuk membayar seluruh biaya perawatan Nuhazet. [sufera.com]

Meski dikenal sebagai salah satu pria metros3ksual di dunia sepak bola, sedikit yang tahu bahwa pemain berjuluk CR7 itu pantang bertato.
Alasan mengapa Ronaldo ogah merajah tubuhnya dengan tato pun cukup simpatik. Dia mengabaikan tato demi bisa terus mendonorkan darahnya kepada yang membutuhkan Di banyak negara, tato baru bisa memengaruhi seberapa sering seseorang menyumbangkan darah, dengan masa tunggu antara enam bulan dan satu tahun bekerja sebagai pencegahan terhadap kontaminasi silang dan penyakit seperti hepatitis.
Saya tidak punya tato karena sering mendonorkan darah," kata Ronaldo
kepada Diretta News. Dalam kesempatan yang sama, dia juga mengunggah foto di
halaman Facebook-nya saat dirinya mendonorkan darah di rumah sakit. Kabarnya,
Ronaldo bisa mendonorkan darahnya dua kali dalam setahun.
Selain itu, kepada stasiun radio Spanyol, Cadena Cope, dia juga mengaku
mendonorkan sumsum tulang setelah menyaksikan perjuangan rekan satu timnas
Portugal. "Itu adalah waktu ketika Carlos (Martins) bersama kami di
timnas. Dia mengatakan kepada kami tentang masalah dengan anaknya dan kami,
para pemain, menunjukkan kesatuan yang besar untuk membantu dia dan anaknya
karena kami tahu itu adalah situasi yang sangat sulit."
Rasa sosial Ronaldo untuk berbagi terhadap orang lain memang sangat tinggi.
Dia bahkan tidak mengharapkan apapun atas bantuan yang diberikannya
Ronaldo, selain memiliki etos kerja yang tinggi, memang selalu menerapkan
gaya hidup sehat. Tak cuma rajin melakukan aksi sosial, pemain timnas Portugal
itu juga tak pernah mengonsumsi alk0hol dan juga anti r0kok.
Terkait kebiasaan itu, Ronado memang memiliki pengalaman tak menyenangkan.
Ayahnya, Jose Diniz Aveiro, wafat karena efek keranjingan mengonsumsi monuman
beralk0hol. Karenanya Ronaldo bersumpah tak akan meneguk alk0hol selama
hidupnya.
"Dia menjadi semakin kuat dan cepat karena menginvestasikan waktunya
dan energinya untuk berlatih. Dia juga tidak pernah mer0kok dan mengonsumsi
minuman mengandung alk0hol," bilang mantan rekan setim Ronaldo kala masih
di Manchester United, Edwin van der Sar.
Ada juga kisah lain terkait aksi sosial Ronaldo. Situs Canarias Investiga
menceritakan kisah emosional Ronaldo dan agennya, Jorge Mendes yang mendanai
penuh pengobatan kanker bocah berusia 9 tahun bernama Nuhazet.
"Dokter mengatakan kepada kami bahwa tidak ada yang bisa dilakukan
(untuk penyembuhannya). Lebih baik meninggalkan proses penyembuhan guna
menghentikan penderitaannya," ujar ayah Nuhazet menirukan perkataan
dokter.
Mendengar kabar buruk ini, sepupu Nuhazet, Nati coba menghibur saudaranya
dengan meminta kesediaan para bintang Real Madrid untuk bisa ditemui Nuhazet
yang sedang menanti ajal.
Permintaan tersebut langsung direspons agen Ronaldo, Jorge Mendes yang
mengirim kendaraan untuk membawa seluruh keluarga Nuhazet jelang laga Madrid
melawan Real Mallorca. Ronaldo langsung bertemu dan menyambut Nuhazet layaknya
saudara. Bahkan, Nuhazet dipersilakan menyaksikan pertandingan tersebut dari
boks pribadi milik Ronaldo.
Selanjutnya, Nuhazet dibawa ke hotel tempat menginap. Tidak hanya itu, keesokan harinya, Mendes menghubungi Presiden Madrid, Florentino Perez agar meminta rekomendasi rumah sakit pribadi. Dan akhirnya Nuhazet melanjutkan pengobatan intensif di Rumah Sakit Monteprincipe pada 16 Mei silam. Ronaldo dan Mendes memutuskan untuk membayar seluruh biaya perawatan Nuhazet. [sufera.com]