Laki-laki
muda ini berkunjung ke kontrakan kami ketika hari mulai malam. Baru
pulang dari kantor. Sengaja mampir karena ada beberapa hal yg ingin
disampaikan. Sekadar curhat, lalu meminta kami untuk berbagi solusi,
tentunya sesuai dgn pengetahuan dan pengalaman yg kami miliki.
shalihah calon istrinya, sejatinya
bukan persoalan yg besar. Hanya masalah ringan. Persoalan kecil. Namun,
karena komunikasi yg tak makruf, terjadilah salah paham hingga berujung
pada tindakan emosi sepihak berupa niat pembatalan pernikahan.
Semoga Allah Ta’ala berkahi pernikahan kita semua. Aamiin.
Wallahu a’lam.
Semoga Bermanfaat :)
Kala
itu, pernikahannya dgn akhwat berkerudung lebar pujaan hatinya sudah di
depan mata. Hanya bilangan beberapa hari ke depan. Persiapan hampir
sempurna. Namun, ada masalah-masalah kecil yg harus mereka hadapi.
Sebenarnya
hanya persoalan kecil. Namun, atas ulah setan-setan terlaknat, masalah
itu terasa sangat besar hingga laki-laki ini bertutur dgn menangis
sembari memegang ponselnya, “Kesel. Marah. Sudahlah. Sekarang mau saya
hubungi. Batalkan saja pernikahannya!”
Suasana
di kontrakan kecil kami pun mendadak menghangat, lalu memanas.
Tangisnya agak kencang. Tidak terkontrol. Lalu, saya bergegas mendekati
seraya menenangkan emosinya. Butuh beberapa saat, barulah kami
menyampaikan sekilas pandang terkait persoalannya itu.
Apalagi, kami lebih dahulu menikah, sehingga dianggap lebih berpengalaman dan tahu tentang langkah bijak yg harus diambil.
Masalah laki-laki ini dan akhwat
Kepadanya,
kami mengingatkan. Bahwa setan tdk akan tinggal diam. Setan, saat
seseorang hendak menikah, telah siaga berkeliling untuk menerkam dua
calon mempelai. Mereka berniat mengacaukan hati dan pikiran keduanya,
hingga mereka atau salah satunya berniat dan benar-benar membatalkan
pernikahan.
Di
sinilah, salah satunya terletak hikmah agar kita merahasiakan lamaran.
Sebab melamar hanya meminta izin masih bisa dibatalkan dan tak ada yg
menjamin jika keduanya benar-benar menikah.
Kepada
siapa pun yg sedang diambang pintu menuju mahligai baru bernama
pernikahan lalu hidup dalam rumah tangga yg semoga islami, perhatikan
hal ini dengan baik. Jangan sampai lalai atau terlena hingga menyebabkan
Anda tergelincir ke lubang binasa dan kegagalan.
Yg
paling utama luruskan niat. Setelah itu, mendekatlah kepada Allah
Ta’ala sedekat-dekatnya. Jangan buat jarak antara Anda dengan Allah
Ta’ala. Yakinilah satu hal tak ada yg mampu menggagalkan jika Allah
Ta’ala Menghendaki. Mantapkan, yakinkan. Bukankah Anda menikah karena
Allah Ta’ala? Jika demikian, mungkinkah Dia akan menghalangi dan membuat
Anda susah dalam menjalaninya?
Penting
untuk dibangun kesadaran, agar Anda tidak berhenti waspada setelah
menikah. Sebab dalam rumah tangga, persoalannya lebih menyeluruh. Akan
semakin banyak persoalan, meski solusi pun semakin gampang baik melalui
jalur biasa maupun melalui jalur ‘khusus’.
Wallahu a’lam.
Semoga Bermanfaat :)
