Jadwal Datangnya Malam Lailatul Qadar menurut Imam Al Ghozali – Ketahui tanda tanda Lailatul Qadar
Hendaklah engkau menjaga ibadah shalat pada malam-malam
bulan Ramadhan supaya engkau termasuk orang yang mendapatkan malam
Lailatul Qodar. Allah berfirman :
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ . وَمَا
أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ . لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ
أَلْفِ شَهْرٍ
“Sesungguhnya kami menurunkannya (Al-Qur’an) di malam Lailatul Qodar. Tahukah engkau apakah malam Lailatul Qodar. Malam Lailatul Qodar adalah malam yang lebih baik daripada seribu bulan” (QS. Al-Qodar: 1-4)
“Sesungguhnya kami menurunkannya (Al-Qur’an) di malam Lailatul Qodar. Tahukah engkau apakah malam Lailatul Qodar. Malam Lailatul Qodar adalah malam yang lebih baik daripada seribu bulan” (QS. Al-Qodar: 1-4)
Maksudnya, jika engkau beribadah pada malam Lailatul Qodar,
maka engkau tertulis beribadah selama seribu bulan, yaitu 83 tahun 4
bulan. Ini merupakan kesempatan dan pahala yang luar biasa yang bisa
didapatkan seorang mukmin dengan keberkahan bulan Ramadhan. (Shultonul
Ilmi Al-Habib Salim bin Abdullah Asy-Syathiri)
Wallahu’alam
KEUTAMAAN MALAM LAILATUL QODAR
Seperti disebut dalam hadits, ibadah pada malam lailatul
qadar maka akan dimaafkan dosa-dosa di masa lalu. Yang dimaksud dosa
masa lalu adalah dosa-dosa kecil. Sedang dosa-dosa besar harus melalui
proses taubat nasuha.
CIRI-CIRI atau Tanda tanda LAILATUL QADAR
Setidaknya ada 4 (empat) tanda bahwa pada malam itu adalah malam lailatul qadar yaitu:
1. Malam itu tidak panas dan tidak dingin.
2. Malam itu terang walaupun tanpa cahaya lampu.
3. Banyak malaikat pada malam lailatul qadar.
4. Matahari terbit pada pagi harinya sinarnya agak lemah.
2. Malam itu terang walaupun tanpa cahaya lampu.
3. Banyak malaikat pada malam lailatul qadar.
4. Matahari terbit pada pagi harinya sinarnya agak lemah.
Hal ini berdasar hadits riwayat Ibnu Khuzaimah dan Ibnu
Hibban: ليلة القدر ليلة طلقة لا حارة ولا باردة ، تصبح الشمس يومها حمراء
ضعيفة
Pada dasarnya Rasulullah Muhammad sholallohu alaihi
wasallam banyak beribadah Qiyamu Ramadhan dan menganjurkan mencari
Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir di bulan yang pada sepuluh
pertamanya adalah rahmat, sepuluh tengahnya adalah ampunan dan sepuluh
akhirnya adalah bebas dari neraka. Walau pun hakikatnya tidak ada yang
mengetahui secara pasti kapan terjadinya Lailatul Qadar, kecuali Allah
SWT.
Hanya saja, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengisyaratkan dalam sabdanya:
“Carilah Lailatul Qadar itu pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. ” (Muttafaqun ‘alaihi dari Aisyah radhiyallahu ‘anha)
Dalam kitab Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim disebutkan, dari Aisyah Radhiyallahu anha, ia berkata:
“Bila masuk sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan,
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengencangkan kainnya (menjauhkan
diri dari menggauli isterinya), menghidupkan malamnya dan membangunkan
keluarganya.” Demikian menurut lafadz Al-Bukhari.
Dalam riwayat lain, Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anha:.
“Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersungguh-sungguh
dalam sepuluh hari akhir bulan Ramadhan, hal yang tidak beliau lakukan
pada bulan lainnya.”
Dalam shahihain disebutkan, dari Aisyah Radhiyallahu Anha:
“Bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam senantiasa
beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan, sehingga Allah
mewafatkan beliau.”
Lebih khusus lagi, adalah malam-malam ganjil sebagaimana sabda beliau:
“Carilah Lailatul Qadar itu pada malam-malam ganjil dari
sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan)”. (HR. Al-Bukhari dari Aisyah
radhiyallahu ‘anha)
Dan lebih khusus lagi adalah malam-malam ganjil pada
rentang tujuh hari terakhir dari bulan tersebut. Beberapa shahabat Nabi
pernah bermimpi bahwa Lailatul Qadar tiba di tujuh hari terakhir. Maka
Rasulullah bersabda:
“Aku juga bermimpi sama sebagaimana mimpi kalian bahwa
Lailatul Qadar pada tujuh hari terakhir, barangsiapa yang berupaya untuk
mencarinya, maka hendaknya dia mencarinya pada tujuh hari terakhir. ”
(Muttafaqun ‘alaihi dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma)
Dalam riwayat Muslim dengan lafazh:
“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir, jika
salah seorang dari kalian merasa lemah atau tidak mampu, maka janganlah
sampai terlewatkan tujuh hari yang tersisa dari bulan Ramadhan. ” (HR.
Muslim dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma)
Yang lebih khusus lagi adalah malam 27 sebagaimana sabda Nabi tentang Lailatul Qadar:
“(Dia adalah) malam ke-27. ” (HR. Abu Dawud, dari Mu’awiyah
bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhuma, dalam Shahih Sunan Abi Dawud.
Sahabat Ubay bin Ka’b radhiyallahu ‘anhu menegaskan:
Demi Allah, sungguh aku mengetahui malam (Lailatul Qadar)
tersebut. Puncak ilmuku bahwa malam tersebut adalah malam yang
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk
menegakkan shalat padanya, yaitu malam ke-27. (HR. Muslim)
Dengan demikian dapat diberi kesimpulan bahwa Lailatul
Qadar itu ada pada sepuluh akhir Ramadan, terutama pada malam tanggal
ganjil.
Dalam hadits Abu Dzar disebutkan:
“Bahwasanya Rasulullah melakukan shalat bersama mereka
(para sahabat) pada malam dua puluh tiga (23), dua puluh lima (25), dan
dua puluh tujuh (27) dan disebutkan bahwasanya beliau mengajak shalat
keluarga dan isteri-isterinya pada malam dua puluh tujuh (27).”
FORMULA UNTUK MENGETAHUI DATANGNYA MALAM LAILATUL QADAR
Para ulama kemudian berusaha meneliti pengalaman mereka
dalam menemukan lailatul qadar, dan di antara ulama yang tegas
mengatakan bahwa ada kaidah atau formula untuk mengetahui itu adalah
Imam Abu Hamid Al-Ghazali (450 H- 505 H) dan Imam Abu Hasan as Syadzili.
Bahkan dinyatakan dalam sebuah tafsir surat al-Qadr, bahwa
Abu Hasan semenjak baligh selalu mendapatkan Lailatul Qadar dan
menyesuai dengan kaidah ini.
Menurut Imam Al Ghazali Cara Untuk mengetahui Lailatul Qadar bisa dilihat dari permulaan atau malam pertama bulan Ramadan :
1. Jika hari pertama jatuh pada malam Ahad atau Rabu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam tanggal 29 Ramadan
2. Jika malam pertama jatuh pada Senin maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 21 Ramadan
3.Jika malam pertama jatuh pada Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 25 Ramadan
4.Jika malam pertama jatuh pada malam Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 23 Ramadan
5.Jika malam pertama jatuh pada Selasa atau Jumat maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 27 Ramadan.
(257 /2) ﺇﻋﺎﻧﺔ ﺍﻟﻄﺎﻟﺒﻴﻦ
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻐﺰﺍﻟﻲ ﻭﻏﻴﺮﻩ ﺇﻧﻬﺎ ﺗﻌﻠﻢ ﻓﻴﻪ ﺑﺎﻟﻴﻮﻡ ﺍﻷﻭﻝ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻬﺮ ﻓﺈﻥ ﻛﺎﻥ
ﺃﻭﻟﻪ ﻳﻮﻡ ﺍﻷﺣﺪ ﺃﻭ ﻳﻮﻡ ﺍﻷﺭﺑﻌﺎء ﻓﻬﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺗﺴﻊ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ
ﺃﻭ ﻳﻮﻡ ﺍﻻﺛﻨﻴﻦ ﻓﻬﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺇﺣﺪﻯ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ
ﺃﻭ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺜﻼﺛﺎء ﺃﻭ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﻓﻬﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺳﺒﻊ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ
ﺃﻭ ﺍﻟﺨﻤﻴﺲ ﻓﻬﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺧﻤﺲ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ
ﺃﻭ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺴﺒﺖ ﻓﻬﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺛﻼﺙ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺃﺑﻮ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﻭﻣﻨﺬ ﺑﻠﻐﺖ ﺳﻦ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ ﻣﺎ ﻓﺎﺗﺘﻨﻲ ﻟﻴﻠﺔ
ﺍﻟﻘﺪﺭ ﺑﻬﺬﻩ ﺍﻟﻘﺎﻋﺪﺓ ﺍﻟﻤﺬﻛﻮﺭﺓ
ﺃﻭﻟﻪ ﻳﻮﻡ ﺍﻷﺣﺪ ﺃﻭ ﻳﻮﻡ ﺍﻷﺭﺑﻌﺎء ﻓﻬﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺗﺴﻊ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ
ﺃﻭ ﻳﻮﻡ ﺍﻻﺛﻨﻴﻦ ﻓﻬﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺇﺣﺪﻯ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ
ﺃﻭ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺜﻼﺛﺎء ﺃﻭ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﻓﻬﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺳﺒﻊ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ
ﺃﻭ ﺍﻟﺨﻤﻴﺲ ﻓﻬﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺧﻤﺲ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ
ﺃﻭ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺴﺒﺖ ﻓﻬﻲ ﻟﻴﻠﺔ ﺛﻼﺙ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺃﺑﻮ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﻭﻣﻨﺬ ﺑﻠﻐﺖ ﺳﻦ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ ﻣﺎ ﻓﺎﺗﺘﻨﻲ ﻟﻴﻠﺔ
ﺍﻟﻘﺪﺭ ﺑﻬﺬﻩ ﺍﻟﻘﺎﻋﺪﺓ ﺍﻟﻤﺬﻛﻮﺭﺓ
LAILATUL QADAR TAHUN 2016
Tahun ini 2016, awal Ramadhan jatuh pada hari senin jika
menggunakan metode ini maka insya Allah Lailatul Qodar akan jatuh pada
malam ke 21.
Kaidah ini tercantum dalam kitab-kitab para ulama termasuk
dalam kitab-kitab fiqh Syafi’iyyah. Rumus ini teruji dari kebiasaan para
tokoh ulama’ yang telah menemui Lailatul Qadar.
Formula ini diceritakan Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin;
juga terdapat dalam kitab Hasyiah Sulaiman Al Kurdi juz hal 188; Tafsir
Shawi; kitab I’anah at-Thalibin II/257; Syaikh Ibrahim al Bajuri dalam
Kitabnya Hasyiah ‘Ala Ibn Qasim Al Ghazi juz I halaman 304; as Sayyid al
Bakri dalam Kitabnya I’anatuth Thalibin Juz II halaman 257-258; juga
kitab Mathla`ul Badrain karangan Syaikh Muhammad bin Ismail Daud
al-Fathoni.
AMALAN yang dianjurkan PADA MALAM LAILATUL QADAR
Apa yang sebaiknya dilakukan oleh seorang muslim pada malam
lailatul qadar adalah memperbanyak beribadah kepada Allah dengan
i’tikaf, shalat sunnah seperti witir dan tahajud, membaca Quran dan
berdzikir.
BACAAN DOA DZIKIR UNTUK MALAM LAILATUL QADAR
Selain ibadah-ibadah yang disebut di atas Anda juga dapat
berdoa apapun dengan bahasa sendiri. Ada juga bacaan-bacaan doa khusus
tuntunan dari Nabi sebagai berikut:
DOA 1: MOHON AMPUN
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
DOA 2: MINTA REZEKI
اللهم إن كان رزقي في السماء فأنزله وإن كان في الأرض فأخرجه
وإن كان بعيدا فقربه وإن كان قريبا فيسره وإن كان قليلا فكثره وإن كان
كثيرا فبارك لي فيه
DOA 3:
اللهم إني أعوذ بك من الهم والحزن، والعجز والكسل، والجبن والبخل، وغلبة الدين وقهر الرجال
=====
Wallohu ‘alam
Source: http://www.suaranetizen.com